bete
gw bete sama putut, kalah terus main fifa
sore ini gw ketawa-ketawa sama temen-temen gw yang udah pada stres.
maklum udah sore.
cape bgt nich nih hari ini
dari pagi gw udah olahraga. orang lain masih pada enak tidur.
ban motor gw bocor kena paku. Gw dorong dari SMA BL sampe SMA 3
cape bgt deh. badan pada pegel-pegel.
udah gitu STNK gw ilank lagi. gw cari-cari gak ketemu
bete bgt deh pokoknya
rapat lagi-rapat lagi
cape…………………………
Didalam sebuah cinta…
terdapat bahasa Yang mengalun indah…
mengisi jiwa merindukan kisah…
kita berdua Yang tak pernah bisa…
akan terlupa
Bila Rindu ini..
masih milikmu Kuhadirkan sebuah..
tanya untukmu Harus brapa lama..
aku menunggumu..
aku menunggumu…
Didalam masa indah…
saat bersamamu Yang tak pernah bisa…
akan terlupa Kenangan masa yang…
menghancurkan jiwa Dengan segenap cinta…
aku bertanya
Bila Rindu ini..
masih milikmu Kuhadirkan sebuah..
tanya untukmu Harus brapa lama..
aku menunggumu..
aku menunggumu..
aku menunggumu…
Dalam hati kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..
aku…
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..
aku…
masih menunggu….
Bila Rindu ini..
masih milikmu…
Kuhadirkan sebuah..
harus berapa lama…
Harus brapa lama…
aku menunggumu..
aku menunggumu..
aku menunggu..
aku menunggumu….
apapun yg kulakukan hanya untukmu
apa yg ku pikirkan smua tentangmu
apa yg ku katakan smua tentangmu
smua yg ada dipikiranku hanya dirimu
apakah yg kau lakukan sama?
apakah yg kau pikirkan sama?
apakah yg kau katakan sama?
apa yg ada dipikiranmu sama?
semua tak dapat kita ketahui
walau kukatakan ini,
mungkin kau tidak sepenuhnya percaya
begitu pula diriku
jika saja ada obat
yang apabila diminum bisa membuat orang jujur,mungkin tak ada lagi kebohongan dan pasti tak ada yg tersakiti
sukses selalu
Garam…Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa Membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.
“Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah”. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, Bagaimana rasanya?”. “Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk
punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.
“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama”.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung ! pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”. Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.
“Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksanatelaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.
pusing
Minggu besok ( 24 April 2005) ada workshop PHP di lab. Dan karena gw disuruh jadi pembicara, maka gw juga yang bikin modul.G w males banget bikin modul, cape ngetik. Tangan bisa keriting nich. Udah gitu kondisi badan gw juga kurang fit. Maklum kurang istirahat. Sakit gigi lagi.
Di sebelah gw ada rian yang lagi asik sama komputer pribadinya. Iya di situ ditulisin “Ini Komputer pribadi. Boleh dipake, tapi jangan diinstalin apa-apa”. Berarti boleh diuninstall donk?
Ada Qori yang lagi asyik denger headset.