Bingung mencari di dalam website ini. Masukkan kata yang akan dicari di bawah ini, biarkan google yang mencarikan untuk Anda
Bisnis Internet | Bisnis Online | Uang dari Internet |  Duit gratis | komisi 80%


ptc buxindo

Tiga Kunci Hidup yang Bahagia

24 October 200512:15 pm
Kategori: motivasi

Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak
orang yang
mengidentikkan kebahagiaan dengan segala
sesuatu yang berada di luar
kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah
Anda akan
berbahagia jika mempunyai rumah yang indah,
mobil mewah, penghasilan
yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-
anak yang tampan dan
cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ‘’ya.'’
Tapi, percayalah itu
tidak akan berlangsung lama.

Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita
adalah kebahagiaan
semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu
Anda berhasil
memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan
Anda membeli mobil
mewah, handphone yang canggih, atau sekadar
baju baru. Anda begitu
ingin memilikinya.

Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa
bahagia itu segera
hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan,
Anda mulai melirik
orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus
lagi daripada yang
Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk
memilikinya.
Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan
pernah bahagia.

Budha Gautama pernah mengatakan, ‘’Keinginan-
keinginan yang ada pada
manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia
dari kebahagiaan.'’ Ia
benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa
syarat. Anda tidak
perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah
sesuatu yang sudah
Anda putuskan dari awal.

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ‘’Saya sudah
memilih untuk
bahagia apapun yang akan terjadi.'’ Anda akan
merasa bahagia walaupun
tidak memiliki harta yang banyak, walaupun
kondisi di luar tidak
sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak
akan mengganggu karena
Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda
disana.

Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri
Anda sendiri. Inti
kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara
Anda berpikir dan
Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan
ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda
tumbuhkan. Saya
mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci
kebahagiaan ini setelah
merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang
kita ucapkan tiap
hari tapi sering tanpa makna yang mendalam.
Saya kira ajaran seperti
ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja,
tetapi juga dalam
ajaran agama yang lain.

Kunci pertama kebahagiaan adalah rela
memaafkan. Coba renungkan kata
subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci,
sementara manusia adalah tempat
kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia
justru terletak pada
ketidaksempurnaannya. Dengan memahami
konsep ini, hati Anda akan
selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.

Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky
menemukan bahwa sebagian
besar masalah yang kita hadapi dalam hidup
bersumber dari
ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang
lain. Ia bahkan mendirikan
sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika
yang hanya menggunakan
satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!

Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan
kata alhamdulillah.
Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa
mengucapkan
alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti
cerita seorang petani
miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-
orang di desanya amat
prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya
mengatakan,
alhamdulillah.

Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke
rumahnya sambil membawa
serombongan kuda liar. Petani itu mendadak
menjadi orang kaya. Orang-
orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan
selamat kepadanya, namun
ia hanya berkata, alhamdulillah.

Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat
musibah. Anaknya yang
berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh
sehingga patah
kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin,
tapi sang petani
hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata
seminggu kemudian tentara
masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda
untuk wajib militer.
Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali
anak sang petani karena
kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya
berkata singkat,
alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat
menunjukkan kepada kita
bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu
baik. Sebaliknya, apa
yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang
yang bersyukur tidak
terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia
selalu menerima apa
saja yang ia hadapi.

Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-
besarkan hal-hal
kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda
akan merasa bahwa
hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-
hal yang kita pusingkan
setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah
kecil. Masalah-masalah
ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu
tahun dari
sekarang.

Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya
beberapa hal yang
merupakan penyebab terbesar stres, seperti
kematian orang yang kita
cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-
hal seperti ini
bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ‘’agak
besar.'’ Tapi, bukankah
hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada
waktu-waktu
tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang
kita pusingkan dalam
hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah
kecil.

Belum ada komentar »

The URI to TrackBack this entry is: http://away.blogsome.com/2005/10/24/tiga-kunci-hidup-yang-bahagia/trackback/

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.