Ganti Nama?

25 November 20057:22 pm
Kategori: Life

Semua temen-temen gw tau, kalo nama gw itu Wahyu atau lebih lengkapnya Wahyu Pramusinto dan gw biasa dipanggil Away. Tapi semalem ada yang manggil gw Ferdy.
Emang sejak kapan gw ganti nama?

Kalo gw bilang sech temen-temen baru gw, gw bilang baru karena mereka baru gabung mulai senin, 21 nov 05. Jadi, baru sekitar 4 hari. Udah gitu selama 4 hari itu gw pake jaketnya Ferdy, jadi temen-temen baru gw nyangka nama gw Ferdy.

Intinya sich gw cuma pengen ngasih tau aja, sama semua kalo nama gw itu masih away, bukan ferdy

Sudahlah, Maafkan Saja!

14 November 20059:30 am
Kategori: motivasi

Bayangkan Anda sedang menghadiri pesta yang amat meriah. Semua orang tampil
dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun tampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda antre untuk mengambil makanan, tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda, ‘’Hati-hati, banyak makanan tak halal disini, bahkan ada beberapa yang beracun!'’

Saya berani menjamin Anda akan mengurungkan niat mengambil makanan. Boleh jadi Anda pun langsung pulang ke rumah. Anda benar, hanya orang bodohlah yang mau menyantap makanan tersebut. Kita tak mau makan sembarangan. Kita sangat peduli pada kesehatan kita.

Anehnya, kita sering — bahkan dengan sengaja — memasukkan ‘’makanan-makanan
beracun'’ ke dalam pikiran kita. Kita tak sadar bahwa inilah sumber penderitaan
kita. Salah satu makanan yang paling berbahaya tersebut bernama: ketidakmauan
kita untuk memaafkan orang lain!

Ketidakmauan memaafkan adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti kebahagiaan kita. Kita sering menyimpan amarah. Kita marah karena dunia berjalan tak sesuai dengan kemauan kita. Kita marah karena pasangan, anak, orang tua, atasan, bawahan, dan rekan kerja, tak melakukan apa yang kita inginkan. Lebih parah lagi, kita memendam kemarahan ini berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.

Memang banyak sekali kejadian yang memancing emosi kita. Pengendara motor yang memaki kita, mobil yang menyalib dan hampir membuat kita celaka, orang yang membobol ATM kita, politisi yang hanya memperjuangkan perutnya sendiri, adik yang sering minta bantuan tapi tak pernah mengucapkan terima kasih, pembantu yang membohongi kita, maupun bos yang pelitnya luar biasa. Kita mungkin berpikir bahwa orang-orang tak tahu diri ini sudah sepantasnya kita benci. Tapi kita lupa bahwa kebencian yang kita simpan hanyalah merugikan kita sendiri.

Sudah menjadi tabiat manusia, tatkala hatinya disakiti, dia akan merasa sakit
hati dan boleh jadi berujung dengan kedendaman. Walaupun demikian, bukan berarti kita harus dendam setiap kali ada yang menyakiti. Malah sebaliknya, jika kita dizalimi, maka doakanlah orang-orang yang menzalimi itu agar bertaubat dan
menjadi orang saleh. Mampukah kita melakukannya?

Para nabi-nabi adalah sosok yang hatinya bersih dari sifat dendam. Walau ia
dihina, dicacimaki, difitnah, bahkan hendak dibunuh, tak sedikit pun ia
mendendam. Bahkan, ia mati-matian berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya ia memaafkan.

Penelitian menunjukkan ketidakrelaan memaafkan orang lain memiliki dampak hebat terhadap tubuh kita: menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, meningkatkan tekanan jantung, otak dan setiap organ dalam tubuh kita. Kemarahan yang terpendam mengakibatkan berbagai penyakit seperti pusing, sakit punggung, leher, dan perut, depresi, kurang energi, cemas, tak bisa tidur, ketakutan, dan tak bahagia.

Musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang membenci kita tetapi orang yang kita
benci. Kita harus terus berlatih untuk mengikis sifat dendam tersebut. Sebagai
ilustrasi, kita bisa belajar dari para karateka yang berhasil menghancurkan
batubata dengan tangannya. Pertama kali memukulnya, bata tersebut tidak langsung hancur. Tapi, dia tak patah semangat. Diulanginya terus usaha untuk
menghancurkan bata tersebut. Akhirnya, pada pukulan kesekian, pada hari
kesekian, bata tersebut berhasil dihancurkan. Memang, tangannya bengkak-bengkak, tetapi dia mendapatkan hasil yang diinginkan.

Begitu pula dengan hati. Jika hati dibiarkan sensitif, maka hati ini akan mudah
sekali terluka. Akan tetapi, jika hati sering dilatih, maka hati kita akan
semakin siap menghadapi pukulan dari berbagai arah. Jika kita telah disakiti
seseorang, kita jangan melihat orang tersebut, tetapi lihatlah dia sebagai
sarana ujian dan ladang amal kita terhadap Yang Maha Kuasa. Kita akan semakin
sakit, tatkala melihat dan mengingat orangnya.

Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu mengubah cara pandang kita. Sumber
kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, bukan di luar. Karena itu jangan terlalu memusingkan perilaku orang lain. Sebaliknya, belajarlah memaafkan. Kunci
memaafkan adalah memahami ketidaktahuan. Banyak orang yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan. Kalaupun mereka sengaja melakukannya, itupun karena mereka sebenarnya tak tahu. Mereka tak tahu bahwa kejahatan bukanlah untuk orang lain tetapi untuk mereka sendiri.

Orang yang suka memaki dan bersikap kasar sebenarnya tak menyadari bahwa mereka sedang menzalimi dirinya sendiri. Suatu ketika ia akan kena batunya. Inilah konsekuensi logis dari hukum alam.

Mempraktikkan konsep memaafkan akan membuat hidup lebih ringan. Saya ingat, saat sedang duduk menunggu anak saya sekolah pada minggu lalu, seorang ibu yang lewat menubrukkan tasnya yang cukup berat ke kepala saya, tanpa permisi apalagi minta maaf. Orang-orang yang melihat kejadian itu menggeleng-gelengkan kepala sambil mencela kecerobohannya. Saya mencoba mempraktikkan konsep ini, dan langsung memaafkannya. Ibu itu kelihatannya sedang kalut. Tak mungkin ia sengaja menabrak saya begitu saja.

Jika kita menjadi lebih baik, Tuhan tentu akan memuliakan kita. Jika Tuhan sudah
memuliakan, maka kita tidak akan menjadi hina karena hinaan orang lain. Untuk
mencapai kebahagiaan, berikanlah maaf kepada orang lain. Hentikan kebiasaan
menyalahkan orang lain. Ingatlah, kesempurnaan manusia justru terletak pada
ketidaksempurnaannya. Hanya Allah-lah yang Maha Suci dan Maha Sempurna. Saya menyukai apa yang dikemukakan Gerarld G Jampolsky dalam bukunya Forgiveness, The Greatest Healer of All. ‘’Rela memaafkan adalah jalan terpendek menuju Tuhan.'’
Itulah kunci kemuliaan diri.

Ngantuk

11 November 20055:59 pm
Kategori: Life

gw ngantuk nich

Apa Artinya Cinta?

10 November 20056:21 am
Kategori: lirik lagu

OST Apa Artinya Cinta?
By Melly G. feat Ari Lasso

tiba-tiba kau ada
kemudian engkau hadir
laksana kerdil ku memeluk
lihat aku lebih dalam

di matamu ku melihat
ada cinta yg tersirat
iringi hati merebak

barangkali aku salah
ku terdiam bukan bisu
tahu engkau besar malu
tutupi rasa gelisah

* biar saja waktu nanti
yg menikmati kisah ini
bersamamu aku senang

reff: belum juga kah kau menyadarinya
akulah yg pantas untuk kau cintai
di bawah langit biru aku bersumpah
diriku tanpamu apa artinya cinta

arti cinta ini sudah menelan waktuku
siang malam hanya untuk pikirkan engkau
sejuta kali aku berani bersumpah
diriku tanpamu apa artinya cinta

repeat *
repeat reff