LLLLLLLLLLL

22 February 20063:02 pm
Kategori: Life

Lala Lagi Lembur
Liat-liat Lemari
Lalu Laci
Lipat-Lipat Lembaran
Lalu Liatin Lonjakan Laba

Lala Lari Luntang-Lantung
Lutut Lemas Loyo
Lalu Lambat Laun Lala Lapar
Lantaran Lapar Lala Lirik-Lirik
Lalu Liat Lumpia Lulu
Lumayan…
Langsung Lahap Lumpia Lulu
Langsung Lolos Laparnya

Lalu Lala Lembur Lagi
Liat-liat Lemari
Lalu Laci
Lipat-Lipat Lembaran
Lalu Liatin Lonjakan Laba

Lembur Lagi…
Lama-Lama…
Lemah….
Letih…
Lesu….
Lelah….
Lunglai…..

Sejauh Mungkin - Ungu

17 February 20064:09 pm
Kategori: lirik lagu

lelah hati yang tak kau lihat andai saja
dapat kau rasa kan letihnya jiwaku karna sifatmu

indah cinta yang kau berikan kini tiada
lagi kudapatkan teduhnya jiwa

baiknya kupergi tinggalkan dirimu
sejauh mungkin untuk melupakan
o… o..

indah cinta yang kau berikan kini tiada
lagi kudapatkan teduhnya jiwa

reff:
baiknya kupergi tinggalkan dirimu
sejauh mungkin untuk melupakan
dirimu yang slalu tak pedulikan ku
yang mencintaimu yang menyayangimu

bila saat nanti aku jauh
kuharap kau mengerti
kuharap kau sadari

*reff

Psikopat

2:54 pm
Kategori: Life

Beberapa hari yang lalu aku mengikuti UTS Etika Profesi dan Budi Pekerti. Salah satu pertanyaan yang diajukan Pak Arief Wibowo adalah :
Apakah yang dimaksud dengan psikopat?
Mungkin beberapa orang sudah tahu apa arti dari psikopat.
Sebelumnya saya juga kurang tahu apa arti kata tersebut. Yang ada di pikiran saya, psikopat adalah seorang pembunuh yang melakukan pembunuhan demi kesenangan.
Ternyata setelah googling dapet juga.
Saya mendapatkan ini dari Kompas Cyber Media.

Awas! Psikopat Di Sekitar Kita …

Bila kata psikopat disebut, pikiran mungkin langsung melayang pada Hannibal Lector, pembunuh berantai dalam film Silence of the Lamb, sosok “sempurna” dan ‘normal” yang jauh lebih jahat dari penampilannya. Seperti Hannibal, seorang psikopat memang kerap menipu lewat penampilan.

Untunglah, manusia seperti Hannibal - yang sangat menyukai upacara penyiksaan - tergolong spesies langka di muka Bumi. Kau ada sejuta orang seperti Hannibal, mungkin akan banyak manusia pindah ke Bulan, karena Bumi tak lagi aman. Meski bisa jadi, tanpa disadari, sebenarnya banyak psikopat lain yang berpenampilan sama sempurna dan sama normalnya dengan Hannibal, berkeliaran bebas di sekitar kita!

Maaf, bukan menakut-nakuti. Peringatan di atas sekadar mengutip iklan “Seminar Akbar Nasional Psikopat” yang digelar 21 - 22 Januari 2006 di Jakarta. Bukan menakut-nakuti juga, kalau ternyata tiga dari 10 pria Amerika Serikat, dan satu dari 30 orang Inggris adalah psikopat. Penampilan mereka tak jarang seperti idaman banyak orang: berbudi luhur, mulia, atau berkedok agama sesuai keyakinannya.

Mereka pun profesional di bidangnya. Ada yang dokter, psikiater, psikolog, penegak hukum, wartawan, pemuka agama, politikus, penggiat LSM, pendidik, ibu rumah tangga. Tak ketinggalan, mereka juga punya banyak julukan. Mulai dari yang keren sampai menyeramkan, seperti a white collar crime, the best actor, atau “serigala berbulu domba”.

Diagnosis Panjang

* Adakah cara mengenali para psikopat yang berkeliaran itu? Secara klinis, jelas tak mudah, karena untuk sampai pada kesimpulan seseorang tergolong psikopat atau bukan.

“Harus melalui proses panjang dan sulit. Diagnostik sahih mesti disimpulkan setelah usia orang yang dicurigai lebih dari 18 tahun,” papar dr. Suryantha Chandra, Sp.KJ, kepala Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta.

Sampai saat ini, pasien yang ditangani Sanatorium Dharmawangsa, yang akhirnya disimpulkan sebagai psikopat, rata-rata berusia antara 25 - 35 tahun. Sebuah rentang usia produktif. Sedangkan jumlahnya kurang dari 10% dari seluruh pasien yang datang.

Pada dasarnya, psikopat adalah sebutan singkat untuk gangguan kejiwaan, yang awalnya dikenali sebagai kenakalan remaja dan gangguan kepribadian antisosial (emosi dangkal, gampang meledak-ledak, tak bertanggungjawab, berpusat pada diri sendiri, serta kekurangan empati dan rasa sesal).

Penderitanya dianggap terlalu cuek, bipolar, keadaan pada bidang perasaan yang sangat ekstrem, seperti senang terus, terlalu banyak gagasan, berwawasan luas, selalu ingin mendapatkan semua, maniakal, bersifat manis yang memaksa serta suka mengambil jalan pintas untuk meraih keinginannya, megalomania.

Terapi seumur-umur

* Untuk “menangkap’ psikopat diperlukan kerja tim ahli, mulai dari dokter, psikiater, psikolog, pekerja sosial, sampai occupational therapist (instruktur untuk memberi tugas atau pekerjaan tertentu).

Mereka bekerja berdasarkan holistic-eclectic approach, pendekatan bio-psiko-sosial yang akan memeriksa dan menilai faktor organ biologis, psiko-pendidikan, sosial budaya, dan religius-spiritualitas pasiennya.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, khusus kesehatan otak dan tubuh, lewat brain scanning, EEG, MRI, rontgen dan general check up. Pada tahap ini, tahun 1995, sebuah tim peneliti pimpinan Dominique LaPierre (Kanada) memaparkan hasil penelitian terhadap otak 30 pelaku kriminal. Ternyata ditemukan kelainan pada bagian prefrontal cortex (orbitofrontal - ventromedial), lobus temperalis, lapisan otak di arah pelipis kiri dan kanan, yang mempengaruhi kemampuan mengikuti aturan sosial dan etika.

Pemeriksaan tahap kedua, wawancara dengan psikiater yang menggunakan DSM-IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV). Di Inggris penggunaan patokan ini berhasil menemukan 3% pria dan 1% wanita, yang “tertangkap” mengalami gangguan kepribadian antisosial.

Untuk menyimpulkan hasil wawancara, apalagi memberikan “gelar” psikopat, psikiater harus memperhatikan gejala kepribadian pasien, terutama sejak pasien berusia 15 tahun. Apakah ia sedikitnya kerap melakukan tiga dari tujuh ciri khas berikut ini:
(1) gagal mengikuti norma sosial dan hukum, hingga berkali-kali ditahan pihak berwajib, (2) berulang-ulang berbohong, menggunakan berbagai alasan, lihai bicara, menipu untuk keuntungan pribadi atau sekadar bersenang-senang.

Atau (3) meledak-ledak dan tak punya perencanaan, kalau ingin sesuatu, harus saat itu juga dilakukan, (4) mudah tersinggung dan berangasan, sehingga sering terlibat penyerangan atau adu jotos, (5) tak peduli keselamatan diri sendiri atau orang lain, (6) tak bertanggungjawab, misalnya kerja sering tak beres dan ngemplang utang, (7) nyaris tak punya rasa sesal dan bersalah setelah menyakiti, menganiaya bahkan mencuri.

Karena segenap perbuatan di atas merupakan masalah perilaku, orangtua dan orang-orang terdekat sebaiknya mulai memberi perhatian lebih, bila anak atau orang yang dikenalnya melakukan hal-hal di atas berulang-ulang sebelum usianya menginjak 15 tahun.

“Mereka mesti hati-hati, banyak baca rujukan tentang gangguan kepribadian, konsultasi dengan psikolog dan psikiater. Bila usia pasien belum 15 tahun, para ahli paling-paling hanya akan memberi nasihat untuk mengamati dan jaga-jaga. Misalnya, simpan baik-baik barang berharga dan uang, agar pasien tak terpancing mencuri, termasuk mencuri milik keluarga sendiri,” saran dr. Suryantha.

Dicarikan pekerjaan

* Tahap ketiga, keberadaan psikopat bisa dipertegas lewat psikotes. Psikopat umumnya ber IQ tinggi. Tes dilakukan dengan MMPI (Minnesota Multi Phasic Personality Inventory), pengukur psikotes yang versi Indonesianya disebut MIMPI.

Perangkat berskala 1 - 10 ini mengukur psychopathic deviate (Pd) alias kecenderungan psikopat. Ada skala dua untuk depresi, empat untuk psikopat, dan enam untuk paranoid.

Tahap keempat, dengan allo-anamnesa, pekerja sosial mengumpulkan info dari orang-orang terdekat pasien, semisal orangtua, guru, teman, rekan kerja, atasan, tentang keadaan dan perilaku orang yang dicurigai dari waktu ke waktu. Berpatokan pada lima tingkat multiaxial system akan diketahui apakah pasien mengalami gangguan klinis (axis I), gangguan kepribadian dan keterbelakangan mental (II), keadaan medis secara umum (III), masalah lingkungan dan psiko-sosial (IV), dan penilaian fungsi secara umum (V).

Semua pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti. Kalau pasien ditengarai psikopat, penanganan dan pengobatannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Secara organ biologis, ia seumur hidup perlu mengonsumsi obat untuk menjaga kestabilan sumber “listrik” dasar di otaknya yang mengatur emosi. Pusat letupan dijaga agar relatif tenang, karena pada keadaan inilah diharapkan ia bisa lebih menyadari apa yang dikatakan dan dilakukan secara lebih bertanggungjawab.

Selanjutnya, dilakukan penanganan medis per kasus. Misalnya, penyandang cacat tubuh yang biasa memanfaatkan cacatnya secara berlebihan untuk dikasihani dan menggantungkan diri sehingga membebani orang lain, diberi latihan fisik agar bisa lebih bersaing dengan keterbatasan fisiknya.

Sementara tujuan bimbingan psiko-pendidikan secara psikologis untuk menyadarkan seorang psikopat, agar lebih mengendalikan perilaku dan memahami, bahwa sejumlah tindakannya melanggar norma hukum dan sosial.

Secara sosial budaya dan agama juga dilakukan bimbingan per kasus. Kalau problemnya karena menganggur, occupational therapist akan mengusahakan mencarikan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan pasien, bergaul dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Semuanya mengacu ke prinsip eclectic, mengutamakan atau memilih yang harus didahulukan.

Penanganan dan pengobatan penyandang psikopat minimal memakan waktu tiga tahun. Sanatorium Dharmawangsa menegaskan, pengobatan pasien dengan gangguan jiwa ini tak ada penyelesaiannya. Artinya, penanganan dan pengobatan harus dilakukan terus-menerus, dengan kerja sama banyak pihak, karena masalahnya tak selalu mudah. Bagaimana kalau si penderita ternyata pejabat, pengusaha atau orang penting?

Dipicu budaya sakit,

* Memang, gelar psikopat kadang nemplok tanpa pilih tempat. Apalagi sering tanpa sadar masyarakat modern sendiri ikut andil melahirkan psikopat. Karena beratnya tekanan hidup, berbagai hal yang menyimpang dari norma dan hukum, justru menjadi aktivitas “sehari-hari”.

Praktik-praktik proyek fiktif, penggelapan pajak, atau aji mumpung-nya para pejabat dan pengusaha contohnya, dianggap sebagai hal biasa. Sistem pendidikan yang hanya mengejar prestasi, juga bisa memicu tumbuhnya pribadi psikopat. Bila tiap anak dituntut menjadi nomor satu, sementara ia sadar kemampuannya terbatas, apa yang terpikir olehnya untuk mencapai tujuan itu? Bisa saja dia mencari jalan pintas.

Dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Inggris, kita memang miskin data. Wajar bila tak bisa diketahui populasi psikopat yang ada di tengah masyarakat. Namun, sepanjang “budaya sakit” seperti di atas masih kuat berakar di masyarakat, rasanya tidak berlebihan bila dikatakan, sebenarnya banyak orang bergejala psikopat mondar-mandir di sekitar kita.*

IP, Antara Senang & Sedih

10 February 20068:58 am
Kategori: Life

Pagi ini aku datang pagi. Tak seperti biasanya memang. Akhir-akhir ini aku memang agak malas untuk datang pagi. Biasanya setiap pagi selalu hujan. Mau berangkat juga males karena kasur masih terasa empuk untuk dinikmati.

Rasanya sudah lama aku tidak membuka situs BL.
Ada yang baru gak ya? Aku langsung membuka Histori Nilai.
Aku kaget karena begitu aku lihat ternyata total SKS yang aku ambil sudah 114. Berarti itu sudah termasuk SKS aku semester V (baca : lima).
Benar. Nilai semester ini sudah keluar. Aku penasaran dengan IPK aku. Dapat berapa ya?
Langsung saja aku lihat HSK Online.
Aku langsung melihat bagian paling bawah karena di situlah terletak nilai HSK.
3.66 itulah angka yang tertera.
Aku bingung harus sedih atau senang. Sedih juga karena itu berarti IPK aku turun.
Dari 3.67 menjadi 3.66.
Senang karena IPK aku masih tetap di atas 3.50 dan berarti aku masih mendapat beasiswa
semester depan.

Aku harus senang dan puas dengan nilai tersebut. Bagaimanapun juga itu semua adalah hasil perjuanganku.
:-) Tetap semangat :-)

Sabtu Minggu by Sandy

9 February 20065:06 pm
Kategori: lirik lagu

bila dapat kuberikan apa yang kau mau
apa yang kubisa dalam sekejap saja
ku berikan ku berikan..

tapi bukan hal yg baru kau inginkan aku
sepanjang waktuku harus slalu denganmu
maafkanlah ku tak bisa,ku tak bisa

kutahu kau mengerti..
hatiku slalu ada kamu
dari tujuh hari tlah kuberikan engkau dua hari
sabtu minggu kau bersamaku
sabtu minggu miliki aku
karna sabtu minggu aku untukmu
cintaku padamu lebih dari hari apapun

pada saat aku pergi,mengejar mimpi
jalani hari-hari dan buat lebih berarti
tanpa kamu 2x

Kekayaan, kesuksesan, dan cinta

6 February 20062:28 pm
Kategori: Life

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali,” kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama,” kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya
kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kit tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia utuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di ana ada Cinta,
maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami
menjalani hidup ini.”