Selamat ya para S.Kom baru

25 April 200612:20 pm
Kategori: Life

Hari ini beberapa temanku akan diwisuda.
Akhirnya mereka mendapatkan gelar Sarjana Komputer.
Selamat ya untuk yang namanya tertera di bawah ini.
1. Ferdiansyah, S.Kom
2. Ryan Nurmawan, S.Kom
3. Aprilianti Maharani, S.Kom
4. Embun Fajarwati, S.Kom
5. Liantie Dewi, S.Kom
6. Iin Marchayu, S.Kom
7. Eldayati, S.Kom
8. Atik Ariesta, S.Kom

Maaf ya kalo ada yang namanya kelupaan. Away cuma inget itu aja.
Doain aja semoga Away bisa nyusul kalian tahun depan. Amin.

Kesendirian

20 April 200612:23 pm
Kategori: Life

Lagi-lagi sore ini kulihat seorang pria sedang duduk termenung sendiri di depan sebuah warung Padang.
Kali ini dia mengenakan topi, kemeja, jaket, tas dan jeans serba biru. Motor hitamnya diparkir persis di sampingnya.
Dia hanya memandangi mobil dan motor yang berlalu lalang di depannya. Sesekali dia menggelengkan kepala
jika ada angkot yang berhenti di hadapannya. Menandakan dia tidak ingin naik angkot tersebut.

Persis di seberang jalan terdapat Warnet, Salon dan Bank Syariah. Sore ini langit terlihat mendung.
Mungkin sebentar lagi hujan akan turun. Mungkin sekarang dia sedang berdoa semoga huja tidak turun
sebelum dia pergi dari tempat itu.
Dalam hatiku bertanya ‘Apa yang sedang dia lakukan? Sampai kapan dia akan terus di sana?’
Ah, … hanya dia yang tahu.

Akhirnya dia pulang setelah seorang wanita mengajaknya pulang.
Dan berakhir pula kesendiriannya.

Buku Elektronik untuk Tuna Netra

18 April 20068:50 am
Kategori: Life

Buku adalah gerbang ilmu, demikian banyak orang menyebutnya. Sayangnya tidak semua orang dapat menikmatinya dengan bebas khususnya para tuna netra. Keterbatasan inilah yang mendorong dikembangkannya huruf timbul (Braille).

Tapi berapa banyak sih buku yang sudah disediakan dalam format Braille. Cobalah susuri toko-toko buku, berapa banyak buku dalam format Braille? Apakah buku-buku best seller atau terbaru semacam Harry Potter sudah tersedia dalam bentuk Braile? Sangat sedikit kalau tidak boleh dikatakan nyaris tidak ada.

Kalaupun ada, harganya lebih mahal dari buku dalam format biasa. Jadi, bagaimana para tuna netra dapat berkembang jika akses pengetahuan masih tertutup untuk mereka?

Sumber informasi masa kini tak hanya terbatas pada buku tapi juga internet. Ribuan bahkan jutaan sumber dan informasi tersebar di internet untuk siapa saja. Tuna netra? Untunglah sudah ada yang mengembangkan software pembaca teks sehingga tuna netra dapat membaca halaman-halaman website dengan mendengarkan rangkaian kata yang diucapkan mesin.

Untuk sementara, para tuna netra dapat leluasa menikmati sumber pengetahuan yang tak terbatas. Tapi lagi-lagi mereka harus terbentur masalah biaya. “Satu lisensi untuk 5 pengguna harganya sekitar 10 ribu dollar (AS), Mas,” kata Aria Indrawati, S.H., public relation Yayasan Mitra Netra.

Beberapa tahun yang lalu, dosen Institut Teknologi Bandung, Dr. Ari Akhmad Arman juga mengembangkan software penerjemah teks ke ucapan yang didistribusikan secara bebas. Jika software semacam ini digunakan mungkin akan semakin banyak tuna netra yang menikmati akses informasi.

Akses internet

Bantuan yang diterima lembaga tersebut selama dua tahun berturut-turut dari program Samsung Digitall Hope tentu saja sangat membantu. Setahun yang lalu, Mitra Netra telah mengembangkan pusat komputer untuk para tuna netra di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Mulai sekarang, para tuna netra di ketiga kota dapat menjelajahi internet tanpa batas meskipun jumlah dan fasilitasnya sendiri masih terbatas. Selain itu, para tuna netra di Mitra Netra telah bahu-membahu mengembangkan media online (www.mitranetra.or.id) yang mudah diakses para tuna netra di daerah lain melalui internet. Perlu diketahui bahwa sampai sekarang hanya teks yang dapat dibaca oleh para tuna netra, sehingga web yang penuh dengan animasi maupun gambar justru menyulitkan mereka memperoleh informasi.

Uniknya, para programmer, pengisi konten, dan jurnalis media tersebut semuanya adalah tuna netra. Hal tersebut membuktikan bahwa tuna netra juga dapat bersaing. Teknologi telah terbukti menjembatani para tuna netra dengan sumber informasi.

Dengan bantuan dari Samsung senilai 41.138 dollar AS yang diterima tahun ini, Mitra Netra berencana memperluas layanannya ke Makassar dan mengembangkan varasi bahan bacaan melalui program Diversifikasi Bahan Bacaan. Program yang akan dimulai Januari 2006 berencana menerjemahkan 1.000 buku ke dalam format digital agar dapat dibaca oleh para tuna netra. Program ini akan melibatkan sekitar 300 sukarelawan dan ditargetkan selesai dalam 10 bulan.

“Melalui program ini diharapkan para tuna netra dapat menikmati bahan bacaan yang terbaru,” kata Ari. Konsep program semacam ini, kata Ari, sebenarnya telah dicoba dijajaki dengan para penerbit namun terhambat masalah ijin dari pengarang dan kemungkinan penyebarluasan secara ilegal.

Jika penerjemahan buku ke dalam bentuk Braille terbentur masalah biaya, maka pembuatan buku dalam bentuk ebook yang dapat dibaca di layar komputer mungkin menjadi alternatif yang murah dan mudah. Apalagi software pembaca teks sudah digunakan dan tersebar baik yang berlisensi maupun tidak.

ada yang tau gak ya software pembaca teks apa yang gratis?

sumber : http://www.kompas.com

Long Week End Tlah Usai

5 April 20067:15 am
Kategori: Life

Akhirnya Senin ini aku masuk lagi setelah kemarin long week end selama empat hari. Tepatnya mulai Kamis, 30 Maret 06 s/d Minggu, 2 April 06. Tanggal 30 Maret libur Nyepi, 31 cuti bersama. Sedangkan Sabtu dan Minggu emang aku libur kuliah dan juga kerja. Lumayan ada waktu untuk istirahat.

Hari pertama Long week End, niatnya mau langusung ngerjain tugas BP4 yaitu SMS gateway.
Ternyata Dia nawarin diri untuk menemani aku mengerjakan tugas itu di lab. Katanya sech sekalian mau tau kondisi tempat kerjaku. Soalnya Dia penasaran banget kenapa aku betah banget kalo di kampus. Kami janjian bertemu di depan wartel di prapatan Ciledug. Dia berangkat dari Perum jam 10.00 dan sampe di Prapatan jam 11.30. Langsung saja kami menuju ke kampus Aku. Sesampainya di kampus aku sholat dzuhur dulu di lantai 3, baru kemudian ke lantai 4.

Ternyata sepi. Cuma ada beberapa orang aja di kantor saya. Ada Putut, Haries, Qori, Hyu dan
beberapa teman lainnya. Nyalain komputer. Login di dua komputer. Pertama aku mencarikan game dulu untuk Dia. Akhirnya dapet Zuma. Aku kemudian melanjutkan coding SMS Gateway yang deadlinenya Selasa. Baru sekitar 15 menit coding, rasanya udah males gara-gara ngeliat Dia main game. Akhirnya ikutan maen game juga dech. Setelah puas maen Zuma dan Raiden pulang jam 14.30. Dalam keadaan panas terik sampe juga di rumah Dia.

Hari Kedua Long Week End, aku habiskan untuk istirahat di rumah. Lagian hari itu kondisiku
juga tidak memungkinkan untuk bepergian.
Sabtu aku kembali ke kampus untuk melanjutkan mengerjakan tugasku yang hari Kamis sempat
tertunda. Dari jam 09.00 sampe jam 16.00 aku coding Java. Tapi itu juga diselingi main FIFA
karena lama-lama otakku panas juga. Karena belum selesai aku lanjutkan di hari Minggu. Dan

Akhirnya selesai juga SMS Gateway ku yang akan ku presentasikan Selasa besok.
Tapi karena sesuatu hal, akhirnya aku bertukar program dengan Putut. Gak apa-apa dech, yang penting nilai UTS
aku 100. Jadi, cuma butuh nilai sekitar 75 di UAS nanti.

Bete

3 April 20069:06 am
Kategori: Life

pagi ini aku udah bete.
Males ah……………..