Virus Harus Dibasmi
Seminggu belakangan ini, banyak sekali teman2 yang sekali komplain masalah virus di tempat kerjaku. Khususnya lab yang paling pojok di mana aku sering sekali berada di sana. Tapi entah kenapa semua komplain mereka tidak ditanggapi oleh sang admin. Ayo, mana adminnya?
Semua mahasiswa yang datang ke lab pojok adalah teman2 seperjuanganku. Ya, mereka semua sedang mengerjakan tugas akhir. Sudah dipusingkan dengan tugas akhir, ditambah pusing lagi masalah virus yang membuat mereka tambah pusing. Gara-gara virus ini mereka sampai tidak berani mencolokkan flash disk mereka ke komputer. Mereka benar-benar parno. Setiap colok flash disk pasti langsung kena virus. Hampir setiap hari. Bagaimana tidak parno? Mereka takut semua data mereka hilang akibat virus. Masak iya harus nulis ulang lagi? Cape deh.
Akhirnya karena mereka teman senasib, aku memutuskan untuk membantu mereka. Ya, mencoba berbagai macam cara untuk menghilangkan virus. Rata-rata virusnya adalah Brontok, Brondong, Nale, FluBurung dan masih banyak lagi varian lainnya. Entah kenapa penyebaran virus makin mengganas saja. Padahal antivirus sudah terupdate, tapi tetap saja tidak dapat menangkal serangan virus. Itu karena antivirus baru ada setelah ada virus yang teridentifikasi.
Membasmi virus ternyata butuh waktu lama juga. Kurang lebih satu jam. Mulai dari meng-enable-kan regedit, menghapus file induk virus sampai menghapus semua file yang terindentifikasi terkena virus. Semua itu dilakukan tanpa menggunakan antivirus. Tapi menggunakan cara2 yang bisa dibilang ribet juga.
Kadang aku bingung sama orang2 yang membuat virus tersebut. Apa mereka tidak tahu bahwa perbuatan mereka sudah menyusahkan banyak orang? Merugikan banyak orang? Menghilangkan data milik orang?
Pokoknya untuk perkembangan tentang virus terbaru dan cara menanganinya, aku biasa membacanya di vaksin.com. Virus memang harus dibasmi sampai akar2nya
Sekarang saatnya mengerjakan skripsi lagi









