Mandiri
Dari hari sabtu kemaren, aku menjalani hidup dengan mandiri. Ibu dan adikku menginap selama beberapa ke rumah saudara di Cisoka. Akhirnya aku tinggal dengan bapakku. Rumah jadi terasa sepi dan hampa. Biasanya ketika aku mau berangkat, ibuku selalu menyediakan sarapan dan teh manis. dan ketika aku pulang, sudah tersedia makanan enak.
Selama beberapa hari ini, keadaaanya berbeda. Setiap pagi, aku masak sendiri. Kadang beli nasi uduk atau masak indomie. Masalah masak, aku cuma bisa masak indomie dan masak air saja. hahahaha. Setiap pulang, aku juga lebih memilih jajan di luar. Beli nasi goreng atau pecel ayam.
Memang sangat terasa perbedaan antara ada ibu dengan tidak ada. Di pagi hari, aku sudah harus menyalakan air. Itu juga harus mancing dulu, karena biasanya pompa air di rumahku tidak akan keluar airnya jika sudah dimatikan dalam jangka waktu lama. Kemudian masak indomie atau beli nasi uduk. Selanjutnya cuci piring. Siang hari, aku kerja. Sore hari, aku cuci baju atau gosok baju. Tapi hari ini, ibuku sudah pulang. Seneng deh rasanya…:-)
Makasih juga untuk yayang yang sudah membawakan makanan untukku di hari minggu dan sudah membantuku membereskan pekerjaan rumah. Makasih ya… Kamu emang baik banget
Tapi semua ini ada hikmahnya. Aku jadi belajar untuk lebih mandiri lagi. Jangan tergantung kepada orang lain dan jangan jadi orang yang lemah.









