Sampai kapan Malaysia akan terus begini?
Akhir-akhir ini Malingsia, eh Malaysia semakin tidak bersahabat dengan Indonesia. Mulai dari masalah kekerasan terhadap WNI (Warga Negara Indonesia), sampai dengan masalah kebudayaan. Dulu mereka mengklaim lagu Rasa Sayange sebagai milik mereka. Sekarang mereka mengklaim bahwa kesenian reog ponorogo adalah milik mereka. Sungguh keterlaluan…………
Parah banget dah. Sampai kapan mereka akan terus begini? Akankah kita diam saja diperlakukan seperti ini? Sorry, aku tidak bermaksud mengompori pembaca, hanya saja jika terus-terusan begini, bisa-bisa kebudayaan kita yang lainnya juga akan diklaim milik mereka. Apa tidak ada semacam hak paten untuk kebudayaan?












Sebaiknya kita introspeksi dulu dengan apa yang dilakukan Malaysia thd kita. Jangan-jangan karena mereka SAYANG, melihat bangsa yang tadinya gurunya, menjadi bangsa pesuruh dan perusuh yang amat memalukan. Bangsa dan tokoh2 masyarakat Malaysia mengerti betul tabiat bangsa kita. Bangsa Indonesia itu sukanya berantem sendiri, tapi jika disinggung atau dilecehkan secara komunal barulah mereka bersatu. Tahu begitu mulailah Malaysia melecehkan kita, dari masalah TKI, Ambalat, Sipadan dan Ligitan, hasil hutan, batik, angklung, rasa sayange..Tapi sampai saat ini tak pernah sadar. Jika demikian adanya bisa-bisa Malaysia mulai mengambil satu persatu persatu pulau pulau yang lebih besar.
Saya teringat sejarah besarnya Kekaisaran Ottoman. Semula dia hanyalah satu kesultanan atau emirat kecil diperbatasan Turki. Satu persatu benteng Byzantium diambil alih, karena Byzantium sendiri mulai pecah didalam. Lalu benteng-benteng kecil lainnya, lalu wilayah yang lebih besar lagi. Akhirnya Ottoman menjadi jaya di Eropa.
OK man, aku bukan pembenci Ottoman. Aku malah sangat mengagumi para pendiri kekaisaran Ottoman. Hanya saya ingin mengingatkan pada fakta sejarah. Dan sejarah berulang kawan….Jangan sampai kita termakan oleh Ottoman baru bernama Malaysia. Dari pada begitu mendingan kita yang jadi Ottomannya….Setuju nggak…
Comment by Kudsy — 3 December 2007 @ 7:41 am
malaysia memang salah, bangsa penjiplak….. tetapi indonesia juga tidak kalah njiplaknya
brp banyak sinetron njiplak pilem2 Jepang,taiwan & china
berapa banyak pula karya2 dibajak di indonesia… hmm tidak terhitung
so ?
Comment by adit — 4 December 2007 @ 1:43 pm