Betapa Aku mencintaimu - Vagetoz

14 February 20088:00 am

Betapa aku mencintaimu
dengan sepenuh hatiku
Betapa aku menyayangimu
lebih dari yang kau tahu

ingin ku bahagiakan dirimu
setiap saat bersamaku
seperti janjiku kepadamu
takkan pernah ku ingkari

aku kan selalu ada di dekatmu
aku kan selalu menemani harimu
kau harus tahu
betapa aku mencintaimu

Haruskah bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan kita?

12 February 20081:47 pm

Semua orang pasti berharap untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikannya. Orang yang demikian termasuk orang yang beruntung karena ia tidak perlu belajar banyak lagi untuk bekerja. Karena jika jenis pekerjaan yang sekarang tidak sesuai dengan latar pendidikan kita, otomatis kita akan belajar terlebih dahulu untuk bisa menggeluti dunia barunya itu. Misalnya saja, seorang yang lulusan Sarjana Komputer harus bekerja di bidang Marketing. Tentu saja si Sarjana Komputer tadi akan mengalami kesulitan. Coba bedakan dengan seorang lulusan Sarjana Komputer yang memang bekerja menjadi konsultan IT atau admin jaringan misalnya.

Atau mungkin juga pekerjaan itu tidak sesuai dengan gelar yang sudah diperolehnya. Misalnya seorang sarjana S1 kesulitan mencari pekerjaan dan akhirnya dia hanya bisa menjadi seorang satpam. Tapi itu lebih baik, bagaimana dengan lulusan S1 yang sama sekali tidak bekerja alias pengangguran? Dan mungkin saja ada seorang lulusan SMA yang mendapatkan kerjaan yang berat.

Pastinya orang ingin agar bekerja terasa nyaman.

Tidak terlalu banyak tekanan, kerjaan ringan dan gaji gede.
hehehe

Katanya seh sekarang pencari kerja memang lebih banyak dibandingkan lowongan pekerjaan yang ada. Kalo menurut aku seh, jalanin aja dulu pekerjaan yang ada walaupun pekerjaan itu dirasa kurang sreg. Tapi mungkin kita siap-siap mencari pekerjaan lain. Cintailah pekerjaan Anda

Waktu terus berjalan

5 February 200812:00 am

Sang Waktu terus berjalan
hari demi hari
hingga umurmu
bertambah satu

Selamat Ulang Tahun
My Love

Met Taun Baru 2008

31 December 20079:30 am

Sebentar lagi tahun 2007 akan berakhir dan berganti dengan tahun 2008. Apa saja ya yang sudah kulakukan di tahun 2007 ini. Rasanya satu tahun terasa cepat. Atau hanya perasaan aku aja. Entahlah. Yang jelas aku merasa banyak kekurangan di tahun 2007 ini.

Mudah-mudahan di tahun 2008 akan menjadi lebih baik lagi. Apa ya rencanaku di tahun 2008?

  1. Domain baru untuk blog ini. Tentunya bukan domain gratisan lagi
  2. Nikah. Yang ini masih lama…
  3. Melanjutkan kuliah S2. kalo ada beasiswa lagi
  4. Punya laptop. Kayaknya enak kalo punya
  5. Yang pasti, aku mau merubah semua sifat buruk dan kesalahan yang sudah terjadi di tahun lalu

Semua itu kan cuma rencana aja, mudah2an kesampean ya….
Ya sudah aku cuma mau mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Iseng

28 December 20072:58 pm

Iseng neh, bikin logo
logo

Andra and The Backbone - Sempurna

24 December 200710:43 am

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memujimu

Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Reff:
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

Mandalawangi Pangrango

13 November 20079:44 am

Soe Hok Gie (Jakarta 19 Juli 1966)

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
kau datang kembali
dan bicara padaku tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian menghadapi tanda tanya
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas hutan-hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

nb : Dari jumat kemaren (9 Nov 07) sampai hari minggu (11 Nov 07) aku mengikuti acara Budi Luhur Outing 3 di MandalaWangi. Tapi belum sempet nulis di sini. Foto-foto juga belum diupload.

sebelum berangkat

Template baru, semangat baru…

8 November 20074:31 pm

Akhirnya, jadi juga ganti template. Aku sudah mulai bosan dengan template yg lama. Biar lebih fresh deh ini blog. Tapi ada beberapa bagian yang belum aku tambahkan. Misalnya saja banner2 yg biasa ada di samping blogku. Template baru….. Semangat baru…. Nyambung gak ya?

Besok aku pergi outbond ke MandalaWangi, Cibodas bersama rekan-rekan sekantor dan anak Makopaala. Hari Minggu malam baru balik ke rumah.

Musin Hujan Telah Datang?

31 October 20074:48 pm

belakangan ini hampir setiap hari Jakarta dan Tangerang diguyur hujan. Repot neh kalo tiap hari hujan. Apalagi kalo tiap hari pulang dari kantor keujanan. Gawat deh, bisa-bisa sakit. Sekarang aja kondisi tubuhku sudah mulai ngedrop. Kalo udah begini, aku harus banyak istirahat.

Tapi ada untungnya juga seh, musim hujan udah turun. PAsokan air di rumahku jadi bertambah. Biasanya tiap hari aku dah keluarga selalu minta air dari tetangga untuk keperluan sehari-hari. Tapi udah beberapa hari ini, tidak pernah minta air lagi.

Mudah-mudahan saja musim hujan kali ini jakarta dan tangerang tidak banjir lagi :-)

Temukan Cinta Anda

22 October 20079:37 am

“Bila Anda tak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.

“Bila Anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda. Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

“Bila toh Anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.

“Namun, bila Anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa Anda cintai dari kerja Anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

“Bila Anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.”

sumber : milis motivasi_net@yahoogroups.com

Tidak menjadi batu sandungan

5 October 20071:14 pm

Saat pergi ke kantor, pulang kantor atau ke mana pergi dengan berkendara. Saya seringkali menjumpai pengendara-pengendara lain yang dengan seenaknya menyalip saya ataupun kendaraan lain tanpa memperhatikan keselamatan atau perasaan orang lain yang menjadi korban penyalipannya. Seringkali saya jengkel karena menjadi korban penyalipan, kadang saya hanya bisa mengusap-usap dada saya sambil tidak abis pikir kok tega-teganya dia melakukan penyalipan itu pada saya.

Suatu waktu saya pernah juga saya emosi hingga tidak ada yang mau mengalah hingga akhirnya terjadi adu mulut, alasan yang dikemukakan si penyalip bahwa ia buru-buru, saya gak mau kalah saya bilang siapa sih yang gak buru-buru pagi-pagi begini, kalau gak mau buru-buru kenapa gak berangkat lebih pagi saja. Akhirnya peristiwa ini berlalu saja tanpa ada penyelesaian.

Pernah juga suatu kali saya menemukan ada pengendara motor yang terjatuh karena tidak sabar dan berusaha menyalip sebuah mobil dengan kecepatan tinggi, syukurlah keadaan jalan pada saat itu sepi dan si pengendara mobil menjalankan kendaraannya dalam kecepatan rendah jadi kecelakaan tersebut tidak terlalu fatal walaupun ya…tetap saja sakit juga kalo jatuh dari motor.

Saat lampu menyala merah, para pengendara sepeda motor - kadang-kadang saya juga - menyelip berusaha mencari celah walau sesempit lubang jarum yang penting bisa masuk untuk sampai di jajaran paling depan, seringkali mengambil jalur kiri yang diperuntukkan untuk kendaraan yang hendak belok ke kiri, demi suatu hal cepat sampai di tujuan terang saja pengendara yang hendak berbelok ke kiri jadi sewot.

Saya juga pernah jatuh dari sepeda motor saya karena jalanan yang licin akibat tangki diesel milik sebuah bus bocor dan cecerannya membasahi jalan. Saat jatuh saya ditolong oleh tukang-tukang ojek yang mangkal dekat situ. Ternyata saya adalah korban ke sekian yang ditolong oleh para tukang-tukang ojek, karena beberapa menit yang lalu sudah ada dua orang yang menjadi korban. Saya gak abis pikir koq bisa-bisanya tangki itu gak diperiksa dulu sebelum bus dijalankan trus si sopir baru sadar setelah beberapa pengendara memberitahukan hal tersebut.

Belum lama ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman sekantor yang juga pernah menjadi korban ganasnya lalu lintas Jakarta. Kita sama-sama mengeluh, tapi ada hal yang dikemukakannya yang menurut saya sangat inspiratif.

Dia memulai ceritanya dengan penyakit stroke yang menyerangnya saat ia berusia akhir 30 tahun, sehingga beberapa syarafnya menjadi tidak berfungsi hal ini membuat sang kawan tersebut agak kesulitan untuk melakukan beberapa hal yang menurut kita remeh tapi baginya sulit. Setelah stroke menyerangnya terjadi perubahan yang cukup drastis. Yang tadinya ia sering mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi sekarang ia harus mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan normal, yang tadinya bisa selip sana selip sini, slonong sana slonong sini sekarang ia menjadi pengendara sepeda motor yang tertib karena koordinasi antar syaraf yang telah rusak.

Ia berkata bahwa sekarang ia tidak bisa seperti dulu lagi tapi sekarang ia bersyukur karena ia tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

“Kalau kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, setidak-tidaknya janganlah kita jadi batu sandungan bagi orang lain” demikian katanya. Saya terus terang tersentak mendengar kata-katanya, saya lalu bercermin diri karena seringkali saya menjadi batu sandungan bagi orang lain ketimbang jadi berkat bagi orang lain. Di jalan sering kali saya mengumpat dan memaki jika saya disalip oleh pengemudi lain, saya sering membuat orang lain senewen kadang juga istri saya senewen karena cara mengemudi saya yang membuat jantungnya berolahraga.

Selepas ngobrol-ngobrol itu saya berusaha tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain terutama di jalan tapi itu berat banget. Gila betul pikir saya tidak jadi batu sandungan saja sudah sulit gimana jadi berkat. Godaan-godaan banyak sekali muncul sampai kadang-kadang saya mengeluh. “Ya Tuhan saya kan gak minta yang besar-besar dan muluk-muluk yaitu jadi berkat bagi orang lain, saya Cuma minta supaya tidak jadi batu sandungan bagi orang lain”

Namun kembali muncul suara nun jauh di dasar hati saya. “Singkirkan dulu batu-batu sandungan yang ada dalam dirimu baru kamu bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain”. Wah benar juga pikir saya. Sering dalam hati kita, kita temukan batu-batu mo batu yang segede apa tau sampai kerikil-kerikil yang sering nyelip di sela-sela sepatu kita pasti ada aja batu-batu itu. Saya pikir saya harus berdamai dengan diri sendiri dulu baru batu-batu itu perlahan-lahan bisa disingkirkan dan kita bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain bahkan lebih, kita bisa menjadi berkat bagi orang lain yang kita temui, siapapun dia.

Kalo menurut saya batu-batu tersebut misalnya dendam, iri, dengki, egois dan segala turunannya yang buruk-buruk gitulah. Ada hal-hal yang sebenarnya belum kita bereskan yang akhirnya bertumpuk-tumpuk hingga masuk ke bawah sadar kita menjadi paradigma kita dalam memandang sesuatu. Atau bahasa yang lebih indahnya kita belum berdamai dengan diri kita sendiri. “Kan mustinya dia begini jangan begitu dong ke kita”. “Kamu seharusnya ngerti dong kalo saya tuh maunya begini bukan begitu”. Saya pikir benar juga, kita mungkin memahami suatu masalah dari kacamata kita sendiri dari paradigma kita sendiri, tapi apa pernah kita memandang dari kacamata atau paradigma orang lain terhadap suatu realitas yang sama? Atau apakah kita tahu dan sadar betul bahwa apa yang kita lakukan itu baik adanya untuk semua pihak bukan untuk pihak saya? Atau pernahkah kita memahami orang lain sebelum kita minta dipahami oleh orang lain.

Yang menariknya setelah berusaha cukup keras dan harus membuang batu-batu dalam hati, saya itu saya lebih nyantai dan tenang dalam menghadapi masalah-masalah di jalan. Peduli kalian mo kebut-kebutan, ..gi dah sono, toh ntar ketemu lagi di depan, gimana nggak wong jalanannya macet ato kena lampu merah. Gi deh sono kebut-kebutan ntar juga harus pelan karena jalanan di depan bopeng-bopeng atau ada polisi tidur yang melintang menghadang.  Biarin aja kalian ngebut-ngebut toh tiba lebih cepat yang kalian damba-dambakan harus dibayar oleh jantung yang berolahraga high impact aerobic syukur-syukur kalo gak kecelakaan. Kayaknya untuk hal yang satu ini saya jadi teringat pepatah Jawa alon-alon waton kelakon. Lebih baik biasa-biasa aja tapi gak cepat sakit syaraf karena stress dan yang penting lebih safe.    

 sumber : sebuah milis (cetivasi@yahoogroups.com)

Ungu - Sembah Sujudku

27 September 200711:44 am

sembah sujudku ya Allah
atas segala rahmatMu
yang Kau berikan di dalam kehidupan
sembah sujudku ya Rabbi

ampuni segala dosaku
yang telah aku lakukan
hanya pada-Mu tempatku memohon
sembah sujudku ya Allah

rizki yang kini aku rasakan
ku tahu semua dari-Mu ya Allah
hidup matiku adalah kuasa-Mu
sembah sujudku ya Allah

rizki yang kini aku rasakan
ku tahu semua dari-Mu ya Allah
hidup matiku adalah kuasa-Mu
sembah sujudku ya Allah

Ungu - Ikhlas (OST Soleha)

19 September 200712:48 pm

 Ungu - Ikhlas (OST Soleha)

saat dunia berhenti berputar
saat manusia tak sanggup lagi berharap
ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
menyinari dunia yg telah kau singgahi

mampukah kau untuk berbagi
tanpa hasrat ingin diberi
di hadapanNya
di hadapanMu ya Allah

sesungguhnya manusia takkan bisa
menikmati surga tanpa ikhlas di hatinya
sesungguhnya manusia takkan bisa
menyentuh nikmatNya tanpa tulus di hatinya

 

nb : Lagu ini bagus banget dan mengingatkan aku untuk selalu ikhlas……

 

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

12 September 20077:59 am

Berhubung besok sudah mulai masuk ke bulan Ramadhan, aku mau meminta maaf kepada semua teman-temanku atas semua kesalahan yang telah aku perbuat. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya.

Ujian Mendatangkan Berkat

9 September 20078:21 am

udah mau bulan puasa neh, sebelumnya aku mau minta maaf sama semuanya kalau aku pernah melakukan kesalahan sama kalian. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kemaren dapet dari sebuah milis neh. Lumayan bagus.

Ujian Mendatangkan Berkat

Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.
Suatu hari ada lubang kecil muncul.
Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.
Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.
Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang dalam waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Renungan :
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin
melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya memohon Kekuatan dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan /kebaikan hati dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

 

 

Maafkan salahku, Ibu….

4 July 20079:08 am

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi
negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa
keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman
pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah
sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu
mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.
Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah
terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang
tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.
Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".

Saya pun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap
pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta
izin saya"

Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil."

"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.

Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali
suntik."

"Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?"

Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil."

Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga
puluh enam juta, Dok?" Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.
Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali
lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada
Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."

"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta
bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa
kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat
karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba
satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti
obatnya, Ppak." jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya
Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-
Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan
Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah
aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan
apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit
isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan
pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha
Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.
Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada
Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan
istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya
sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri
mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75
saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata
berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku
kualat…" Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh
ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku
bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah
penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan
mengambil uang yang ia miliki itu."

Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana
ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan
menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu
saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus
dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"

"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,
duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-
teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon.
Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata
mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang
itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat
nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama
ibu." Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik
telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan, pernyataanku aku
cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata
yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin
dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa
ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan
memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan
sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat
pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu
telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan
operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya
merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya
berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan
dokter."

Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. dengan berbisik pada diri
sendiri "Ibu, I miss you so much."

Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik
Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

 

Sumber : Milis motivasi_net@yahoogroups.com 

Seseorang Yang Mencintai Kamu

5 June 20075:02 pm

Seseorang Yang Mencintai Kamu

Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah / gila / jengkel / stres. Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telpnya, karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu.

Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar untuk kamu.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu tepat waktunya.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karna ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu, selalu memberitahumu untuk tidak berpikir terlalu banyak, karna ia sudah merencanakan semuanya untukmu. Ia ingin memberikan kehidupan yang terbaik di masa mendatang. Ia ingin memberikanmu suatu kejutan, percayalah dia dapat melakukannya.

Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karna ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar-benar bekerja / manjur / berguna.

Seseorang yang mencintaimu, selalu memanggil kamu dengan sebutan gadis kecil , tapi sewaktu ia menginginkan untuk membuat keputusan besar, dialah orang pertama yang ingin mendengar saran dari kamu.

Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ‘ I LOVE U ‘ ada di dalam dompetnya.

Seseorang yang mencintaimu, saat bertengkar, dia akan meminta maaf dengan tak terkontrol (secara terus menerus) meskipun kamu yang bersalah dan nantinya ia akan mengirimkan pesan kepadamu : Sayang, sebenarnya itu adalah kesalahan kamu dan kamu sendiri sudah mengetahuinya.

Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata-kata manis. Tapi kamu tau, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua.

Sumber : Milis  

Positive Thinking

22 May 20079:48 am

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang liburan, aku membereskan kamar. Ternyata ada materi LDK tahun kemaren. Judulnya positive thinking. Ada yang inget gak ya sama materi LDK labkom UBL ini?

1. Melihat masalah sebagai tantangan
2. Menikmati hidupnya
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
4. Mengenyahkan pikiran negatif
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
6. Tidak terlalu mempedulikan hal-hal buruk yang diceritakan orang lain
7. Menggunakan bahasa lisan yang positif
8. Tidak membuat alasan, tetapi langsung bertindak
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
10. Peduli pada citra diri

Selain materi positive thinking tersebut, ada juga satu materi lagi. Tapi aku lupa judulnya. Ada yang inget gak judulnya? Isi materinya seperti ini :

1. Ikhlas
2. Berprasangka baik
3. Profesional (Profesional dan adil)
4. Percaya Diri dan jangan terlalu banyak bergantung kepada orang lain
5. pererat tali persaudaraan

 

 

Cobalah untuk….

31 March 20072:41 pm

Cobalah untuk mengerti orang lain, jika kita ingin dimengerti
Cobalah untuk memperhatikan orang lain, jika kita ingin diperhatikan
Cobalah untuk berbuat baik, jika kita ingin orang lain berbuat baik kepada kita
Cobalah untuk meminta maaf, jika kita berbuat salah

Cobalah untuk mendengarkan jika orang lain sedang berbicara
Cobalah untuk menjadi diri kita sendiri
Cobalah untuk mengerti perasaan dan kondisi orang lain
Cobalah untuk tidak menyalahkan orang lain, jika ia tidak bersalah

Semua hal baik harus dimulai dari diri kita masing-masing
Kemudian kita akan menerima kebaikan dari orang lain

Mencari Motivasi

25 August 20069:33 am

Akhir-akhir ini aku bagaikan orang yang bisa dibilang kehilangan motivasi. Aku juga tidak tahu apa penyebabnya. Mungkin karena akhir-akhir ini aku banyak pikiran. Terutama masalah skripsi, ekonomi dan status aku di kantor. Sampai sekarang aku masih bingung mau bikin apa untuk skripsi ini. Udah ada sih beberapa plan. Tapi masing-masing plan mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terus pastinya aku butuh sejumlah uang untuk skripsi itu. Makanya sekarang tiap sore udah pulang dari kantor untuk cari kerjaan sampingan.
Yang terakhir adalah apa sich statusku di kantor ini? Di satu sisi aku mahasiswa. Di sisi lain aku karyawan. Entahlah aku jadi pusing mikirin itu semua.

Yang paling utama harus diselesaikan adalah skripsi. Awalnya motivasi aku untuk mengerjakan skripsi tinggi banget. Tapi sehubungan dengan masalah kedua dan ketiga, motivasi itu hilang lagi. Aku harus mencari lagi motivasi yang hilang itu. Semangat itu harus muncul lagi. Kemudian aku teringat novel 5cm yang sudah aku baca beberapa bulan yang lalu. Novel karangan Donny Dhirgantoro ini emang keren banget. Di antaranya adalah bahwa kita tidak boleh menyerah jika kita punya keinginan. Kita harus terus mengejar keinginan tersebut. Berikut ini kutipan yang ada dalam novel tersebut.

Novel 5 cm

========== Kutipan novel 5cm (Donny Dhirgantoro) ==========
“Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini….,” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.

“Betul banget. Taruh mimpi itu di sini…,” Genta melakukan hal yang sama

“Juga keinginan dan cita-cita kamu,” ujar Arial

“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu….,” Riani berkata pelan

“Taruh di sini…,” Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya

Muka Ian menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun.

“Betul! Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar dan taruh di sini,” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya.

“Kamu taruh di sini… Jangan menempel di kening.
Biarkan…
dia…
menggantung…
mengambang…
5 centimeter…
di depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, dan cita-cita, keyakinan diri…”

“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan…. sehabis itu yang kamu perlu…cuma….”

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas…”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”

“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”
==================================================

Tetap semangat dan jangan pernah menyerah.