Persaingan dalam dunia kerja

18 February 20084:20 pm
Kategori: Life, motivasi, renungan, opini

Seyogyanya semua rekan kerja adalah satu kesatuan. Sesama rekan sekerja, kita harus tolong menolong. Akan tetapi, tidak selamanya semuanya akan berjalan seperti itu. Kadang ada saja yang sikut sana-sisi. Menjelek-jelekkan rekan yang lain dan sejenisnya seperti itu. Mungkin orang yang menjelek-jelekkan (disingkat OYM aja ya) tadi tidak bisa bersaing dengan rekan yang dijelek-jelekkan (disingkat RYD aja ya).

Sesama rekan sekerja, boleh saja kita bersaing. Tujuan persaingan ini ada bermacam-macam. Salah satunya untuk menunjukkan kepada atasan bahwa kita bisa melakukan pekerjaan yang diberikan dengan baik. Persaingan seperti itu adalah persaingan yang sehat. Menggunakan cara-cara yang positif. Alhasil produktifitas akan meningkat.

Akan tetapi ada saja persaingan yang tidak sehat. Contohnya ya itu tadi, menjelek-jelekkan teman sekantor. Jika itu sudah terjadi, maka bisa jadi produktifitas akan menurun karena sesama rekan sekerja tidak ada suasana yang harmonis. Saling menyalahkan dan merasa dirinya paling benar. Jika kita merasa benar, sebaiknya kita mengalah saja.

Yang waras Ngalah :-p

Tapi kalo kebanyakan ngalah, bisa diinjek-injek
Jika itu sudah terjadi, maka atasan harus segera bertindak.

nb :

  • Postingan ini bukan curhat penulis
  • semoga persaingan tidak sehat ini tidak terjadi di kantorku dan kantor yang lain.

Haruskah bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan kita?

12 February 20081:47 pm

Semua orang pasti berharap untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikannya. Orang yang demikian termasuk orang yang beruntung karena ia tidak perlu belajar banyak lagi untuk bekerja. Karena jika jenis pekerjaan yang sekarang tidak sesuai dengan latar pendidikan kita, otomatis kita akan belajar terlebih dahulu untuk bisa menggeluti dunia barunya itu. Misalnya saja, seorang yang lulusan Sarjana Komputer harus bekerja di bidang Marketing. Tentu saja si Sarjana Komputer tadi akan mengalami kesulitan. Coba bedakan dengan seorang lulusan Sarjana Komputer yang memang bekerja menjadi konsultan IT atau admin jaringan misalnya.

Atau mungkin juga pekerjaan itu tidak sesuai dengan gelar yang sudah diperolehnya. Misalnya seorang sarjana S1 kesulitan mencari pekerjaan dan akhirnya dia hanya bisa menjadi seorang satpam. Tapi itu lebih baik, bagaimana dengan lulusan S1 yang sama sekali tidak bekerja alias pengangguran? Dan mungkin saja ada seorang lulusan SMA yang mendapatkan kerjaan yang berat.

Pastinya orang ingin agar bekerja terasa nyaman.

Tidak terlalu banyak tekanan, kerjaan ringan dan gaji gede.
hehehe

Katanya seh sekarang pencari kerja memang lebih banyak dibandingkan lowongan pekerjaan yang ada. Kalo menurut aku seh, jalanin aja dulu pekerjaan yang ada walaupun pekerjaan itu dirasa kurang sreg. Tapi mungkin kita siap-siap mencari pekerjaan lain. Cintailah pekerjaan Anda

Alasan untuk punya domain sendiri

10 February 200812:00 am

Lagi bingung neh, rencananya seh pengen beli domain baru. Tapi bingung.
Pertamaxx, apa ya alasan yang cocok untuk pindah domain yang berbayar?
Kalo domain baru nanti cuma digunakan untuk ngeblog doank seh, blogsome ini juga dah bisa.
Atau mau cari duit dengan adsense
Atau cuma mencari ketenaran saja?
Huh, bingung

Kedua, kalo udah ketemu alasan yang cocok, apa ya nama domain yang bagus?
pilihannya ada beberapa :

  1. wahyupramusinto.net
  2. wahyupramusinto.com
  3. away.com
  4. away.web.id
  5. wahyupramusinto.web.id
  6. away.net

kayaknya seh aku akan menggunakan hostingan itu untuk membuat ujian online untuk mahasiswaku sekaligus membuat tutorial-tutorial yang berguna. Sekaligus untuk nyimpen gambar yang dibutuhkan. Soalnya geocitiesku udah kehabisan bandwidth. Kalo cuma untuk ngeblog sepertinya aku akan tetap menggunakan blog ini.

Btw, ada 2 blog baru lagi neh
http://away.dagdigdug.com/
http://away.blogdetik.com/
belum ada rencana mau diisi apaan itu blog, yang penting akuisisi dulu (pake bahasa oom caplang)

Waktu terus berjalan

5 February 200812:00 am

Sang Waktu terus berjalan
hari demi hari
hingga umurmu
bertambah satu

Selamat Ulang Tahun
My Love

Orang Gila dan Anak Terlantar

2 February 200812:01 am

Orang Gila
Pagi tadi ketika akan berangkat ke kantor, aku melihat seorang lelaki berjalan di pinggir trotoar. Bukan hanya aku saja yang melihatnya, semua orang yang melintas di sana juga melihat ke arah lelaki tadi. Penampilan orang itu memang lain sendiri. Tanpa busana sedikit pun. Tapi dia berjalan dengan santai. Dari tampangnya dan penampilan yang semrawut seperti itu, aku berpikir bahwa dia “orang kurang waras”. Atau kata lainnya “orang gila”.

Di lain hari aku juga pernah melihat orang seperti itu. Tapi kali itu seorang wanita. Dia menggunakan pakaian yang sudah acak-acakan. Dan kadang tertawa sendiri. Aku juga menganggap dia “orang kurang waras”. Dia juga berjalan dengan santainya. Untung saja di pinggir jalan.

Mereka berdua adalah contoh orang-orang yang tidak patut kepada aturan dan norma.
Aku tidak mempersalahkan mereka berdua. Akan tetapi siapa yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah mereka masih punya saudara? Kenapa mereka berkeliaran? Apakah tidak ada yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah tidak ada pihak terkait yang memperhatikan mereka?

Beberapa pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu harus mencari jawabannya kepada siapa?

Anak jalanan
Selain orang seperti itu, aku juga sering ketika pulang malam dan melintas di Flyover yang baru dibangun di Jalan Sudirman (Tangerang) aku melihat beberapa anak kecil. Mereka mengamen di dalam angkot yang melintas. Hanya bermodalkan gitar dan suara. Seharusnya anak-anak seusia adalah anak usia sekolah. Tapi mereka malah mencari uang. Miris rasanya melihat kegiatan mereka. Jika semua penerus bangsa ini seperti mereka, apa yang akan terjadi dengan bangsa ini di kemudian hari?

Aku jadi ingat dulu waktu masih sekolah ada pasal dalam UUD 45 yang berbunyi.

Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara

.
Itu maksudnya apa ya? Jika memang anak-anak terlantar seperti mereka dipelihara oleh negara, lalu bagaimana dengan anak-anak tadi? Lagi-lagi, pertanyaan itu muncul. Siapa yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah mereka tidak punya orang tua lagi?

Beberapa pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu harus mencari jawabannya kepada siapa?

Aku hanya bisa sedih melihat mereka tanpa bisa memberikan bantuan yang berarti. Maaf…
Aku hanyalah orang kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku gak bermaksud satir lho, hanya mengungkapkan isi hati saja yang penuh tanda tanya saja

WTC Serpong dan Kopdar Pertamaku

21 January 200811:38 am

Tanggal 20 Januari kemaren adalah hari bersejarah dalam hidupku. Hayah, apa coba. Kemaren aku dan beberapa teman mengadakan kopdar sesama blogger tangerang. Itu adalah kopdar pertamaku. Sebenernya aku nekat juga untuk ikutan kopdar. Kenapa aku bilang nekat?
Pertama, karena aku hanyalah seorang blogger yang jarang berinteraksi di dunia blogosfer alias kurang gaul.
Kedua, karena aku belum pernah ke WTC Serpong. Jadi, takut nyasar gitu deh.

Akhirnya, dengan penuh percaya diri aku sampai juga di WTC Serpong. Tunggu dulu deh. Rencananya kan kopdar di WTC Serpong. koq aku ada di WTC Matahari? Jangan-jangan salah tempat. Daripada ragu akhirnya aku telpon Payjo. Ternyata WTC Matahari dan WTC Serpong itu sama aja.

Yang dateng di acara kopdar itu ada 14 orang :

  1. Away alias saya sendiri
  2. Oom Kombor
  3. Oom Caplang alias Oom Edi
  4. Oom Anggara
  5. Oom Jenderal Bayut alias Ade
  6. Payjo dengan pasangannya
  7. Mbak Hanna
  8. Mbak Triyani
  9. Jalal
  10. Harry
  11. Indrio
  12. Yudistira si tukang kopi
  13. Kang Herry yang jauh-jauh dateng dari bandung
  14. Moerz dari Bekasi

Acaranya dimulai dari jam 11. Sebenernya udah ada beberapa blogger yang dateng sebelum jam 11. Sepertinya liputan sudah diposting oleh Oom Kombor dan Mbak Hanna , jadi tidak perlu saya review lagi. hehe.
Acaranya aku tidak tahu selesai jam berapam, tapi yang jelas jam 14.30 aku pulang duluan karena udah ada janji. Ditunggu neh milis dan agregatornya untuk blogger tangerang.

Ulang Tahunku Versi Friendster

2 January 200810:18 am

Duh, rasanya hari ini males banget kerja, soalnya ujan terus dari tadi pagi. Tapi karena semangatku membara, akhirnya aku masuk juga. Hujan dan angin tidak menyurutkan langkahku menuju kantor. Cie……

Malem taun beru kemaren aku habiskan bersama penduduk blok03 dengan acara arisan dan bakar-bakar ayam di rumah annie. Reviewnya belum sempat aku tulis di sini. Kapan-kapan aja ya.. Yang jelas seru banget deh..

Met Ultah Versi FS
Sekarang, aku mau cerita neh. Tadi pagi aku mendapatkan sebuah SMS dari Salah Seorang Temanku (karena kepanjangan aku singkat jadi SST aja ya). Isi pesannya begini (tentunya pesan ini sudah mengalami pengeditan terlebih dahulu)

Selamat ulang tahun away…
moga sehat slalu,
tmbhsukses,
tmbh brbakti sama ke2 ortu,
tmbh langgeng sama reni,
tmbh sukses ya….
amin…

Itu isi SMS dari SST ku tadi. Namanya sengaja tidak aku sebutkan di sini. Aku kaget dan tertawa begitu membaca SMS tadi. Perasaan ulang tahunku bukan hari ini deh, atau emang aku yang udah pikun?. Daripada bingung, langsung saja aku telpon si SST itu untuk konfirmasi. Ternyata dia melihat profilku di friendster dan di sana tertulis ulang tahunku tanggal 2 Janauari yang kebetukan hari ini. Oh gitu.. Hehe2. Dia gak tau bahwa profilku di friendster itu palsu. Lihat aja profilku di FS. Yang ini dan yang ini. Tanggal lahirnya beda. Hehe2x.
Saya pernah baca di blognya siapa gitu, bahwa kebanyakan profil di FS adalah palsu. So, jangan percaya 100% sama profil di FS.

Jadi, ulang tahunku tanggal berapa donk? hehe2, rahasia ah. Kapan2 juga dikasih tahu.

Met Taun Baru 2008

31 December 20079:30 am

Sebentar lagi tahun 2007 akan berakhir dan berganti dengan tahun 2008. Apa saja ya yang sudah kulakukan di tahun 2007 ini. Rasanya satu tahun terasa cepat. Atau hanya perasaan aku aja. Entahlah. Yang jelas aku merasa banyak kekurangan di tahun 2007 ini.

Mudah-mudahan di tahun 2008 akan menjadi lebih baik lagi. Apa ya rencanaku di tahun 2008?

  1. Domain baru untuk blog ini. Tentunya bukan domain gratisan lagi
  2. Nikah. Yang ini masih lama…
  3. Melanjutkan kuliah S2. kalo ada beasiswa lagi
  4. Punya laptop. Kayaknya enak kalo punya
  5. Yang pasti, aku mau merubah semua sifat buruk dan kesalahan yang sudah terjadi di tahun lalu

Semua itu kan cuma rencana aja, mudah2an kesampean ya….
Ya sudah aku cuma mau mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Iseng

28 December 20072:58 pm

Iseng neh, bikin logo
logo

NGANTUK

27 December 200712:05 am
Kategori: Life, motivasi, renungan

ngantuk banget neh.. Dah jam segini masih coding jg…. Cuma tinggal berdua Seno
ditemani ORACLE dan PHP
hiks….hiks…hiks….
:-(

Internet seh cepet bgt, tapi bingung mau download apaan?

Andra and The Backbone - Sempurna

24 December 200710:43 am

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memujimu

Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Reff:
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

Liburan

20 December 200710:36 am
Kategori: Life, motivasi, renungan

hore, akhirnya liburan panjang……..
Bisa istirahat neh di rumah setelah beberapa hari belakangan ini beban pekerjaan agak berat…
Met liburan ya semuanya…………….

Berdoa Sebelum Bekerja

6 December 200712:05 pm
Kategori: Life, motivasi, renungan, opini

Pagi tadi, aku pergi ke bank Mualamat di daerah cipulir. Aku sampai sana jam 08.00. Dan aku pikir bank itu baru buka. Emang masih sepi, belum ada nasabah yang datang. Aku sesuatu yang membuatku teringat akan sesuatu yang penting selama ini, tapi kadang terlupakan olehku. Yaitu, berdoa sebelum bekerja. Yup, semua pegawai di bank itu melakukan doa bersama. Sebuah kebiasaan yang menurutku bagus. Jadi inget waktu SD. Sebelum belajar berdoa dulu.

Siap Gerak…. Berdoa mulai…. Berdoa Selesai…. Beri Salam…..

Jadi, mulai sekarang kalo mau mulai kerja, berdoa dulu ah. Biar diberikan kemudahan dalam menjalankan pekerjaannya. Bukan hanya dalam bekerja seh, tapi semua kegiatan yang baik harus dimulai dengan doa.

Terus tadi pagi ada melihat sebuah kejadian yang menurutku tidak baik. Perbuatan ini dilakukan oleh seorang kernet bus. Ketika ada penumpang wanita yang ingin naik bis tsb, si kernet tadi mencuri kesempatan untuk menyentuh bagian tubuh si wanita tadi. Ini termasuk pelecehan seksual bukan ya? Entah si wanita tadi berkenan atau tidak dengan perbuatan di kernet bus itu. Atau emang itu sudah merupakan hal yang biasa terjadi? Minta comment nya bagi wanita yang pernah mengalami kejadian itu…..

Kriteria Dosen yang baik?

5 December 20079:12 am
Kategori: Life, motivasi, renungan

beberapa hari yang lalu, ada sebuah pertanyaan dari seseorang. Pertanyaannya begini

“Dosen yang baik di Budi Luhur siapa aja seh? Aku mau pilih dia semester depan.”

Akhirnya tersebutlah beberapa nama yang menurutku baik. Tapi jujur aja aku sempet bingung jawabnya. Emang apa seh kriteria dosen yang baik itu?

  • Mudah memberikan nilai yang bagus?
  • Tidak pernah memberikan tugas?
  • Selalu datang ontime?

Kasih komentar ya…

Budi Luhur Outing 3

14 November 20077:41 am
Kategori: Life, motivasi, renungan

Budi Luhur Outing 3
Ciptakan Kebersamaan Dalam Kerja Tim

Seperti pernah aku posting sebelumnya, aku mengikuti outing dari tanggal 09 November 2007 s/d 11 November 2007 di Mandalawangi, Cibodas. Acara ini diikuti oleh rekan-rekan sekantor.

Hari pertama (9 November 2007)
Ini adalah hari keberangkatan. Aku sampai kantor jam 07 dan ternyata peserta masih sepi. Semua peserta yang datang melakukan daftar ulang ke panitia sekaligus absen, pembagian nametag dan jadwal kegiatan di sana. Jam 08.00 semua peserta melakukan apel pembukaan di lapangan. Sekitar jam 09 kita berangkat dari kantor dengan menggunakan bis. Jumlah peserta ada 36 orang. 31 Orang pria dan 5 orang wanita. Jam 11.30 rombongan berhenti sejenak di masjid Atta’awun yang ada di Cisarua, Puncak untuk melakukan sholat Jum’at.
masjid atta'awun
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan lagi. Jam 14 kami tiba di tujuan, Mandalawangi. Dari depan pintu masuk, kami harus menaiki tangga, melewati rumah pohon dan masuk ke perut komodo (bukan komodo beneran koq) untuk sampai ke lokasi perkemahan.
masuk melalui mulut komodo
Langsung saja panitia menyuruh kami untuk makan. Kebetulan sekali, aku sudah sangat lapar. Sesudah makan, kami membagi kelompok dan tenda. Jumlahnya ada 4 kelompok. Kelompokku ada 8 orang. Riri, Dewi, Pak Yuswin, Mas Koen, Deswa, Widhi, Mas Parman dan aku sendiri. Sedangkan tenda ada 3. Jadi tenda 1 untuk Dewi dan Riri. Tenda 2 untuk Mas Koen, Deswa dan Mas Parman. Tenda 3 untuk aku, Widhi dan Pak Yuswin.
(more…)

Mandalawangi Pangrango

13 November 20079:44 am

Soe Hok Gie (Jakarta 19 Juli 1966)

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
kau datang kembali
dan bicara padaku tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian menghadapi tanda tanya
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas hutan-hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

nb : Dari jumat kemaren (9 Nov 07) sampai hari minggu (11 Nov 07) aku mengikuti acara Budi Luhur Outing 3 di MandalaWangi. Tapi belum sempet nulis di sini. Foto-foto juga belum diupload.

sebelum berangkat

Template baru, semangat baru…

8 November 20074:31 pm

Akhirnya, jadi juga ganti template. Aku sudah mulai bosan dengan template yg lama. Biar lebih fresh deh ini blog. Tapi ada beberapa bagian yang belum aku tambahkan. Misalnya saja banner2 yg biasa ada di samping blogku. Template baru….. Semangat baru…. Nyambung gak ya?

Besok aku pergi outbond ke MandalaWangi, Cibodas bersama rekan-rekan sekantor dan anak Makopaala. Hari Minggu malam baru balik ke rumah.

Musin Hujan Telah Datang?

31 October 20074:48 pm

belakangan ini hampir setiap hari Jakarta dan Tangerang diguyur hujan. Repot neh kalo tiap hari hujan. Apalagi kalo tiap hari pulang dari kantor keujanan. Gawat deh, bisa-bisa sakit. Sekarang aja kondisi tubuhku sudah mulai ngedrop. Kalo udah begini, aku harus banyak istirahat.

Tapi ada untungnya juga seh, musim hujan udah turun. PAsokan air di rumahku jadi bertambah. Biasanya tiap hari aku dah keluarga selalu minta air dari tetangga untuk keperluan sehari-hari. Tapi udah beberapa hari ini, tidak pernah minta air lagi.

Mudah-mudahan saja musim hujan kali ini jakarta dan tangerang tidak banjir lagi :-)

Temukan Cinta Anda

22 October 20079:37 am

“Bila Anda tak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.

“Bila Anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda. Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

“Bila toh Anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.

“Namun, bila Anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa Anda cintai dari kerja Anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

“Bila Anda tak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.”

sumber : milis motivasi_net@yahoogroups.com

Tidak menjadi batu sandungan

5 October 20071:14 pm

Saat pergi ke kantor, pulang kantor atau ke mana pergi dengan berkendara. Saya seringkali menjumpai pengendara-pengendara lain yang dengan seenaknya menyalip saya ataupun kendaraan lain tanpa memperhatikan keselamatan atau perasaan orang lain yang menjadi korban penyalipannya. Seringkali saya jengkel karena menjadi korban penyalipan, kadang saya hanya bisa mengusap-usap dada saya sambil tidak abis pikir kok tega-teganya dia melakukan penyalipan itu pada saya.

Suatu waktu saya pernah juga saya emosi hingga tidak ada yang mau mengalah hingga akhirnya terjadi adu mulut, alasan yang dikemukakan si penyalip bahwa ia buru-buru, saya gak mau kalah saya bilang siapa sih yang gak buru-buru pagi-pagi begini, kalau gak mau buru-buru kenapa gak berangkat lebih pagi saja. Akhirnya peristiwa ini berlalu saja tanpa ada penyelesaian.

Pernah juga suatu kali saya menemukan ada pengendara motor yang terjatuh karena tidak sabar dan berusaha menyalip sebuah mobil dengan kecepatan tinggi, syukurlah keadaan jalan pada saat itu sepi dan si pengendara mobil menjalankan kendaraannya dalam kecepatan rendah jadi kecelakaan tersebut tidak terlalu fatal walaupun ya…tetap saja sakit juga kalo jatuh dari motor.

Saat lampu menyala merah, para pengendara sepeda motor - kadang-kadang saya juga - menyelip berusaha mencari celah walau sesempit lubang jarum yang penting bisa masuk untuk sampai di jajaran paling depan, seringkali mengambil jalur kiri yang diperuntukkan untuk kendaraan yang hendak belok ke kiri, demi suatu hal cepat sampai di tujuan terang saja pengendara yang hendak berbelok ke kiri jadi sewot.

Saya juga pernah jatuh dari sepeda motor saya karena jalanan yang licin akibat tangki diesel milik sebuah bus bocor dan cecerannya membasahi jalan. Saat jatuh saya ditolong oleh tukang-tukang ojek yang mangkal dekat situ. Ternyata saya adalah korban ke sekian yang ditolong oleh para tukang-tukang ojek, karena beberapa menit yang lalu sudah ada dua orang yang menjadi korban. Saya gak abis pikir koq bisa-bisanya tangki itu gak diperiksa dulu sebelum bus dijalankan trus si sopir baru sadar setelah beberapa pengendara memberitahukan hal tersebut.

Belum lama ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman sekantor yang juga pernah menjadi korban ganasnya lalu lintas Jakarta. Kita sama-sama mengeluh, tapi ada hal yang dikemukakannya yang menurut saya sangat inspiratif.

Dia memulai ceritanya dengan penyakit stroke yang menyerangnya saat ia berusia akhir 30 tahun, sehingga beberapa syarafnya menjadi tidak berfungsi hal ini membuat sang kawan tersebut agak kesulitan untuk melakukan beberapa hal yang menurut kita remeh tapi baginya sulit. Setelah stroke menyerangnya terjadi perubahan yang cukup drastis. Yang tadinya ia sering mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi sekarang ia harus mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan normal, yang tadinya bisa selip sana selip sini, slonong sana slonong sini sekarang ia menjadi pengendara sepeda motor yang tertib karena koordinasi antar syaraf yang telah rusak.

Ia berkata bahwa sekarang ia tidak bisa seperti dulu lagi tapi sekarang ia bersyukur karena ia tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

“Kalau kita tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain, setidak-tidaknya janganlah kita jadi batu sandungan bagi orang lain” demikian katanya. Saya terus terang tersentak mendengar kata-katanya, saya lalu bercermin diri karena seringkali saya menjadi batu sandungan bagi orang lain ketimbang jadi berkat bagi orang lain. Di jalan sering kali saya mengumpat dan memaki jika saya disalip oleh pengemudi lain, saya sering membuat orang lain senewen kadang juga istri saya senewen karena cara mengemudi saya yang membuat jantungnya berolahraga.

Selepas ngobrol-ngobrol itu saya berusaha tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain terutama di jalan tapi itu berat banget. Gila betul pikir saya tidak jadi batu sandungan saja sudah sulit gimana jadi berkat. Godaan-godaan banyak sekali muncul sampai kadang-kadang saya mengeluh. “Ya Tuhan saya kan gak minta yang besar-besar dan muluk-muluk yaitu jadi berkat bagi orang lain, saya Cuma minta supaya tidak jadi batu sandungan bagi orang lain”

Namun kembali muncul suara nun jauh di dasar hati saya. “Singkirkan dulu batu-batu sandungan yang ada dalam dirimu baru kamu bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain”. Wah benar juga pikir saya. Sering dalam hati kita, kita temukan batu-batu mo batu yang segede apa tau sampai kerikil-kerikil yang sering nyelip di sela-sela sepatu kita pasti ada aja batu-batu itu. Saya pikir saya harus berdamai dengan diri sendiri dulu baru batu-batu itu perlahan-lahan bisa disingkirkan dan kita bisa tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain bahkan lebih, kita bisa menjadi berkat bagi orang lain yang kita temui, siapapun dia.

Kalo menurut saya batu-batu tersebut misalnya dendam, iri, dengki, egois dan segala turunannya yang buruk-buruk gitulah. Ada hal-hal yang sebenarnya belum kita bereskan yang akhirnya bertumpuk-tumpuk hingga masuk ke bawah sadar kita menjadi paradigma kita dalam memandang sesuatu. Atau bahasa yang lebih indahnya kita belum berdamai dengan diri kita sendiri. “Kan mustinya dia begini jangan begitu dong ke kita”. “Kamu seharusnya ngerti dong kalo saya tuh maunya begini bukan begitu”. Saya pikir benar juga, kita mungkin memahami suatu masalah dari kacamata kita sendiri dari paradigma kita sendiri, tapi apa pernah kita memandang dari kacamata atau paradigma orang lain terhadap suatu realitas yang sama? Atau apakah kita tahu dan sadar betul bahwa apa yang kita lakukan itu baik adanya untuk semua pihak bukan untuk pihak saya? Atau pernahkah kita memahami orang lain sebelum kita minta dipahami oleh orang lain.

Yang menariknya setelah berusaha cukup keras dan harus membuang batu-batu dalam hati, saya itu saya lebih nyantai dan tenang dalam menghadapi masalah-masalah di jalan. Peduli kalian mo kebut-kebutan, ..gi dah sono, toh ntar ketemu lagi di depan, gimana nggak wong jalanannya macet ato kena lampu merah. Gi deh sono kebut-kebutan ntar juga harus pelan karena jalanan di depan bopeng-bopeng atau ada polisi tidur yang melintang menghadang.  Biarin aja kalian ngebut-ngebut toh tiba lebih cepat yang kalian damba-dambakan harus dibayar oleh jantung yang berolahraga high impact aerobic syukur-syukur kalo gak kecelakaan. Kayaknya untuk hal yang satu ini saya jadi teringat pepatah Jawa alon-alon waton kelakon. Lebih baik biasa-biasa aja tapi gak cepat sakit syaraf karena stress dan yang penting lebih safe.    

 sumber : sebuah milis (cetivasi@yahoogroups.com)

    Postingan Selanjutnya »»