Orang Gila
Pagi tadi ketika akan berangkat ke kantor, aku melihat seorang lelaki berjalan di pinggir trotoar. Bukan hanya aku saja yang melihatnya, semua orang yang melintas di sana juga melihat ke arah lelaki tadi. Penampilan orang itu memang lain sendiri. Tanpa busana sedikit pun. Tapi dia berjalan dengan santai. Dari tampangnya dan penampilan yang semrawut seperti itu, aku berpikir bahwa dia “orang kurang waras”. Atau kata lainnya “orang gila”.
Di lain hari aku juga pernah melihat orang seperti itu. Tapi kali itu seorang wanita. Dia menggunakan pakaian yang sudah acak-acakan. Dan kadang tertawa sendiri. Aku juga menganggap dia “orang kurang waras”. Dia juga berjalan dengan santainya. Untung saja di pinggir jalan.
Mereka berdua adalah contoh orang-orang yang tidak patut kepada aturan dan norma.
Aku tidak mempersalahkan mereka berdua. Akan tetapi siapa yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah mereka masih punya saudara? Kenapa mereka berkeliaran? Apakah tidak ada yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah tidak ada pihak terkait yang memperhatikan mereka?
Beberapa pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu harus mencari jawabannya kepada siapa?
Anak jalanan
Selain orang seperti itu, aku juga sering ketika pulang malam dan melintas di Flyover yang baru dibangun di Jalan Sudirman (Tangerang) aku melihat beberapa anak kecil. Mereka mengamen di dalam angkot yang melintas. Hanya bermodalkan gitar dan suara. Seharusnya anak-anak seusia adalah anak usia sekolah. Tapi mereka malah mencari uang. Miris rasanya melihat kegiatan mereka. Jika semua penerus bangsa ini seperti mereka, apa yang akan terjadi dengan bangsa ini di kemudian hari?
Aku jadi ingat dulu waktu masih sekolah ada pasal dalam UUD 45 yang berbunyi.
Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara
.
Itu maksudnya apa ya? Jika memang anak-anak terlantar seperti mereka dipelihara oleh negara, lalu bagaimana dengan anak-anak tadi? Lagi-lagi, pertanyaan itu muncul. Siapa yang bertanggung jawab atas mereka? Apakah mereka tidak punya orang tua lagi?
Beberapa pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu harus mencari jawabannya kepada siapa?
Aku hanya bisa sedih melihat mereka tanpa bisa memberikan bantuan yang berarti. Maaf…
Aku hanyalah orang kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku gak bermaksud satir lho, hanya mengungkapkan isi hati saja yang penuh tanda tanya saja